Pembinaan Petani & Penenun

Pada tahun 2009, Elsje dan keluarga melakukan perjalanan liburan ke Nusa Tenggara Timur dan menemukan bahwa pulau-pulau tersebut sangat jarang penduduknya dan banyak desa-desa kecil dan lahan pertanian yang di olah juga kecil-kecil walaupun lahannya masih luas sekali yang belum di tanami

Nusa Tenggara Timur memiliki budaya sosial yang khas, yang terbukti dari berbagai kesenian dan kerajinan lokal yang telah dilestarikan dan masih dipraktekkan di masyarakat ini, yang sebagian besar adalah petani dan salah satunya adalah seni tenun ikat. Kain tenun dari serat alami yang bahan dasarnya tersedia dari alam sekitarnya. Ini telah menciptakan kombinasi unik antara pertanian dan kerajinan lokal yang lahir dari komunitas petani-penenun ini. Di situlah nama TANI TENUN FOUNDATION (YTT) mulai direkam di hati Elsje.

Segera YTT menemukan bahwa kebanyakan petani tidak memiliki pasar yang stabil, petani bergantung pada pemain besar yang menentukan harga terutama di saat produk sedang melimpah yaitu saat panen. Dalam beberapa tahun Yayasan Tani Tenun (YTT) mulai memperkenalkan solusi. Salah satu solusi adalah memperkenalkan “kemitraan yang saling menguntungkan” antara petani dan perusahaan yang akan membeli produk mereka dengan kualitas standar.

Sejak saat itu, peran YTT membangun kemitraan dengan petani lokal yang sangat menghargai kelestarian lingkungannya di mana kebanyakan petani lokal di Nusa Tenggara Timur tidak menggunakan bahan kimia atau pestisida dalam sistem budidaya mereka. Hal ini benar-benar berjalan beriringan dengan etos YTT sendiri “berkolaborasi dengan alam”

Dengan satu program yang sudah menjadi fokus,  penting juga buat YTT menambah pelatihan pengembangan sumber daya manusia petani dan penenun dengan harapan dapat menghasilkan kemitraan yang saling menguntungkan. Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan menerapkan sistem kemitraan terpadu yang disebut Management Partnership (MP).

MP adalah sebuah metode dalam mengorganisir sistem pertanian organik sehingga sumber daya manusia juga berkembang seiring dengan sumber daya alam. Dengan demikian, dengan mengembangkan pertanian organik, YTT secara tidak langsung mendukung kemajuan daerah tertinggal.

Dengan demikian, YTT juga bertanggung jawab untuk melatih bahwa semua proses pascapanen sebagian besar dilakukan dengan tangan oleh tenaga kerja lokal yang terampil, meminimalkan penggunaan mesin. YTT melatih para petani dan keluarga mereka untuk menerapkan sistem keamanan pangan, menerapkan langkah-langkah pengendalian keamanan pangan di setiap langkah pemrosesan. YTT bertanggung jawab untuk terus mengembangkan sumber daya manusia dan alam, karena filosofi kami “berkembang kerja dari hati, dimulai dengan apa yang kita miliki”.

Selain pembinaan pertanian organik, YTT merasa bertanggung jawab untuk mengembangkan sumber daya manusia tani dan tenun dengan pelatihan tambahan untuk meningkatkan taraf hidup petani dengan peningkatan ekonomi dari berbagai bidang, termasuk pemenuhan pangan dan gizi anak-anak gizi buruk, juga pelatihan ekonomi kreatif buat para perempuan tani.