Latar Belakang

Tani Tenun Indonesia di prakarsai oleh karena adanya kerja lapangan yang di lakukan oleh Elsje dan Lewi saat kunjungan ke desa-desa di Pulau Timor untuk melatih pertanian organik kacang tanah dan manajemen kemitraan.

Elsje prihatin dengan hasil tani yang sedikit di karenakan curah hujan yang singkat hanya 4 bulan yang artinya hanya satu musim tanam. Di bulan-bulan kering di mana tidak ada hujan, petani melakukan tenun sebagai hasil tambahan. Di samping itu, petani tidak memiliki tenaga tambahan untuk merawat kebun dan memanen hasil kebunnya, di mana hampir semua anak muda sudah meninggalkan kampung halaman dan mencari pekerjaan di kota-kota.

Tani Tenun berkomitmen untuk melatih petani petani di pedalaman Nusa Tenggara Timur untuk menanam dan menghasilakn produk pangan organik, dengan cara yang bersahabat dengan alam dan berkelanjutan.

Artinya, kami melatih petani untuk mengerti akan bahaya bahan kimia jika tidak di pakai dengan cara yang benar dan dosis yang benar, dan bahaya-bahaya lainnya terhadap lingkungan dan keluarga petani. Sehingga kami melatih petani dan petenun untuk membuat produknya tanpa bahan kimia sedikitpun.

Pengertian tanpa bahan kimia juga kami ajarkan kepada petani untuk di terapkan saat panen dan penyimpanan hasil panen, di mana petani dapat megajak seluruh keluarganya bekerja sama sehingga menyerap tenaga kerja yang ada di pedesaan, bekerja dengan tangan sesuai dengan standar keamanan pangan yang juga menjadi materi yang kami ajarkan ke petani dan keluarganya.